Friday, March 21, 2014

Laporan Respirasi Hewan Jangkrik

   LAPORAN BIOLOGI
Pernapasan Pada Hewan



Disusun Oleh :
1.                 Dwi Endah M (10)
2.                 Eva Heni A     (12)
3.                 Juli Nur C       (16)
4.                 M. Faris          (20)

Kelas XI-A7

SMA Negeri 2 Pati
Tahun Pelajaran 2013/2014



Judul                          : Pernapasan Pada Hewan
Tujuan                       : 1. Mempelajari pernapasan hewan
  2. Melihat factor-faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan pada saat bernapas
Landasan Teori    : Respirasi merupakan proses penghasil energi di dalam tubuh makhluk hidup. Selain dihasilkan energi dihasilkan juga karbon dioksida yang harus dikeluarkan dari tubuh. Reaksi kimia yang terjadi dalam respirasi dapat dituliskan sebagai  berikut:
         C6H12O6 + 6O2 → 6 CO2 + 6H2O + ATP
Beberapa faktor yang mempengaruhi laju konsumsi oksigen antara lain temperatur, spesies hewan, ukuran badan, dan aktivitas (Tobin, 2005).

Insecta (serangga) bernafas dengan menggunakan tabung udara yang disebut trakea. Udara keluar masuk ke pembuluh trakea melalui lubang-lubang kecil pada eksoskeleton yang disebut stigma atau spirakel. Stigma dilengkapi dengan bulu-bulu untuk menyaring debu. Stigma dapat terbuka dan tertutup karena adanya katup-katup yang diatur oleh otot. Tabung trakea bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang terkecil berujung buntu dan berukuran ±0,1 nanometer. Cabang ini disebut trakeolus; beisi udara dan cairan. Oksigen larut dalam cairan ini kemudian berdifusi ke dalam sel-sel di dekatnya.
Jadi, pada insect, oksigen tidak diedarkan melalui darah, tetapi melalui trakea.

Alat dan Bahan         : 1. Respirometer sederhana
2. Timbangan
3. 2 ekor belalang (serangga atau hewan kecil lainnya)
4. Kristal NaOH/KOH
5. Eosin/tinta
6. Valesine/plastisin
7. Kapas
8. Pipet/siring

Cara Kerja                :
1.      Bungkuslah kristal NaOH/KOH dengan kapas, dan masukkan dalam tabung respirometer.
2.      Masukkan belalang/hewan kecil lainnya yang telah ditimbang beratnya kedalam botol respirometer, kemudian tutup dengan pipa berskala!
3.      Oleskan vaselin/plastisin pada celah penutup tabung (lihat gambar) !
tutup ujung pipa berskala dengan jari kurang kebih 1 menit, kemudian lepaskan dan masukkan setetes eosin dengan menngunakan pipet/siring!
4.      Tutup ujung pipa berskala dengan jari kurang lebih 1 menit,kemudian lepaskan dan masukkan setetes eosin dengan menggunakan pipet/siring!
5.      Amati dan catat perubahan kedudukan eosin dan pipa berskala setiap 2 menit selama 10 menit !
6.      Lakukan percobaan yang sama (langkah 1 sampai 5) menggunakan belalang/hewan kecil lainnnya dengan ukuran yang berbeda!

Tabel Pengamatan    :

No.
Jenis Hewan
Berat tubuh Hewan (g)
Skala kedudukan eosin tiap 2 menit
I
II
III
IV
V
1
Jangkrik 1
0,85
0,18
0,39
0,52
0,63
0,70
2
Jangkrik 2
0,70
0,06
0,12
0,23
0,28
0,36


Permasalahan                        :
1.      Apakah peranan KOH/NaOH dalam percobaan?
2.      Apakah peranan eosin dalam percobaan?
3.      Factor apakah yang mempengaruhi pergeseran eosin?
4.      Manakah laju pergeseran kedudukan eosin tercepat dari serangga yang anda uji? Mengapa demikian?

Jawaban Permasalahan :
1.      Fungsi KOH/NaOH yaitu sebagai pengikat CO2 agar tekanan dalam respirometer menurun, sehingga mencegah tekanan gas dalam respirometer tetap yang menyebabkan eosin tidak bias bergerak, fungsi lainnya yaitu agar CO2 tidak diserap kembali oleh jangkrik.
2.      Eosin berfungsi untuk mengetahui laju pernapasan pada hewan, O2 yang dihirup oleh jangkrik dan untuk mengetahui penurunan tekanan gas dalam respirometer.
3.      Faktor yang mempengaruhi pergeseran eosinn yaitu:
                              -berat hewan
                              -jenis hewan
                              -aktivitas
                               -posisi tubuh
4.      Laju pergeseran kedudukan eosin tercepat dari serangga yang diuji adalah jangkrik 1 , karena berat badan dan ukuran tubuh lebih besar dibandingkan dengan serangga kedua, serta aktivitas tubuh yang sangat aktif, sehingga kebutuhan oksigen yang diperlukan semakin banyak dibanding jangkrik 2.





Kesimpulan                :
Dari percobaan kelompok kami lakukan dapat di simpulkan beberapa hal terkait dengan pernafasan pada jangkrik yaitu;
1.      Jangkrik bernafas dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.
2.    Fungsi dari KOH dalam percobaan adalah untuk mengikat gas buangan  karbondioksida dari pernafasan jangkrik.
3.    Fungsi eosin pada percobaan sebagai petunjuk laju kecepatan pernafasan.

4.    Laju pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya berat tubuh dan aktivitasnya, seperti yang telah dilakukan pada percobaan diatas, pada jangkrik nomor 1 dan 2 dipengaruhi oleh berat badan, semakin berat tubuh seseorang,maka semakin cepat lajunya,karena udara atau oksigen yang dibutuhkan lebih banyak

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan baik, jangan mencela orang di Blog ini :)